Politikus PAN: Yang Punya Robot Medsos yang Takut Kekuasaan Hilang







Ilustrasi buzzer. (Foto: www.pixabay.com)

Moslemcommunity - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Mustofa Nahrawardaya mengaku tidak membayar robot buzzer untuk memainkan isu-isu yang beredar di media sosial. Pola semacam itu jelas membutuhkan biaya yang cukup besar.

Mustofa mengutip pendapat seorang pakar tentang media sosial, Ismail Fahmi, yang menyebut bahwa isu populer di media sosial semacam trending topic di Twitter sesungguhnya bisa direkayasa. Namun jelas ada biaya yang harus dibayarkan untuk itu, konon berkisar Rp10 juta sampai Rp15 juta per lima jam.

"Kita tidak punya duit. Itu mahal sepuluh juta untuk berapa menit (baca: per lima jam),” ujar Mustofa dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne pada Rabu malam, 21 Agustus 2018.

Ia pun menduga bahwa robot buzzer di media sosial justru digunakan oleh seseorang yang takut kekuasaannya hilang sehingga merasa perlu menggunakan berbagai cara. "Yang punya robot (media sosial) yang takut kekuasaannya hilang.”

Mengenai kampanye, ia pun meminta seluruh pihak melakukan dengan cara beradab di media sosial maupun dunia nyata. Dengan begitu, ia berharap nantinya terpilih presiden yang hebat dan jujur.

"Saya mohon ini khusus kelompok kami tolong, laksanakan tahapan fikih informasi agar dikenal baik-baik. Mohon dapat info apa pun dari medsos, tolong tabayun, cek sumbernya, jangan langsung share. Kedua, lihat asas manfaatnya; kalau ada manfaat, share. Kalau tidak tahu apa-apa, tolong diam saja; kalau tidak paham bermain media sosial, diam saja," ujarnya. (viva.co.id)


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: