Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Kurban dan Akikah, Mana yang Harus Didahulukan?







Ustadz Abdul Somad. (Foto: Istimewa)

Moslemcommunity.net - Hari Raya Iduladha hanya tinggal menghitung hari.

Di hari besar ini juga dilakukan pemotongan hewan kurban.

Terdapat beberapa dalam Alquran yang menjelaskan mengenai perintah berkurban bagi umat Muslim. Satu di antaranya dalam surat Al Maidah ayat 27, yang berbunyi:

“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka (qurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”

Namun, ada satu pertanyaan yang muncul menjelang berkurban, yaitu soal akikah.

Pasalnya, tidak jarang ada seorang Muslim yang ingin berkurban namun ia ternyata belum diakikahkan.

Dalam sebuah hadist riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim disebutkan, "Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis rambutnya, dan diberi nama."

Lantas, mana yang harus didahulukan antara kurban dan akikah?

Dalam sebuah ceramah, Ustaz Abdul Somad pernah membahas mengenai akikah dan kurban. Menurut ustaz yang akrab disapa UAS itu, akikah dan kurban merupakan dua hal yang berbeda.

"Tidak ada hubungannya akikah dan berkurban," kata Ustaz Abdul Somad.

Menurutnya, akikah adalah tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.

"Akikah Abdul Somad, itu tanggung jawab bapak saya terhadap saya. Maka setelah saya dewasa, dulu ternyata saya kecil belum diakikahkan dan sekarang mau kurban, ya kurban saja. Tak ada hukum kait," ujar UAS.

"Kurban dengan akikah bukan seperti wudhu dengan salat," tambahnya.

UAS menjelaskan, tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa akikah hukumnya wajib.

Ia menambahkan, akikah hukumnya sunnah muakad, seperti yang dijelaskan oleh empat mazhab.

"Sepakat empat mazhab, mengatakan akikah itu sunnah muakad," ujarnya.

Ustaz Abdul Somad mengungkapkan, tidak ada batasan usia bagi seseorang yang ingin berakikah.

Pasalnya, Nabi Muhammad SAW pun meakukan akikah ketika beliau sudah menjadi nabi.

Terkait kasus seseorang yang ingin berkurban dan akikah namun mempunyai dana terbatas, Ustaz Abdul Somad menyarankan untuk melihat prioritas waktu.

Bila sebentar lagi Iduladha, maka lebih baik untuk melakukan kurban terlebih dahulu.

"Jadi kalau duit saya cuma Rp 3 juta (atau) Rp 2.5 juta Pak Ustaz, mana yang lebih baik? Saya akikahkan diri saya atau kurban?" ujar UAS.

"Yang paling dekat sekarang kurban, maka kurban saja. Nanti setelah kurban ada ada rezeki, baru akikah bagi yang belum akikah," katanya. (tribunnews)

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: