Ngabalin Kerap Bersikap Frontal Bela Jokowi, Begini Komentar Pedas Fahri Hamzah







Youtube

Moslemcommunity - Ombudsman menyoroti Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang kerap frontal dalam membela Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai langkah Ombudsman tersebut sudah tepat.

"Apa yang dinilai Ombudsman itu menurut saya layak. Perlu bikin surat dan teguran resmi supaya kita jaga standar etik kita kalau mau berpolitik di sini, di DPR," ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Fahri juga menilai keberadaan Ngabalin justru bisa menjadi bumerang bagi pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Sebab, pernyataan Ngabalin kerap kali frontal.

"Tetapi kan jangan-jangan Pak Jokowi dan kawan-kawannya menganggap cara Ngabalin itu yang benar, dugaan saya memang Pak Jokowi memerlukan orang kayak Ngabalin itu. Jadi menurut dia, Ngabalin itu harus didukung," katanya. 

"Jokowi menganggap di luar sana banyak orang galak, sementara Istana kan orang galaknya nggak ada. Jadi dia mungkin memerlukan orang galak, makanya Ali dianggap benar saja terus. Ya, baguslah, karena akhirnya rakyat akan menilai," lanjut Fahri. 

Sebelumnya, Ombudsman menyoroti sikap Ngabalin yang kerap membela Jokowi. Ombudsman pun kemudian mengaitkan hal itu dengan dukungan Ngabalin pada Pilpres 2019 kepada Jokowi. 

Ngabalin sendiri secara tegas menilai apa yang dilakukannya tak salah. Sebagai staf ahli KSP, sudah seharusnya ia meng-counter caci maki, hujatan, dan fitnah yang dilontarkan kepada presiden. 

Terkait dengan tudingan Ombudsman atas pembelaannya ke Jokowi berkaitan dengan dukungannya pada pilpres, Ngabalin menepis. Ia menegaskan masa kampanye belum dimulai, sehingga tak elok jika responsnya terhadap fitnah yang diarahkan ke Jokowi dinilai sebagai dukungan pada Pilpres 2019. 

"Kalau sudah masuk ruang kampanye, saya kembali ke Kantor Staf Kepresidenan saya di Istana. Sampai sekarang kan timses saja belum ada, penetapan jadwal kampanye juga belum ada," ujar Ngabalin saat dihubungi detikcom, Jumat (31/8). (Sumber)


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: