Kiat Cegah dan Atasi Darah Tinggi Saat Mengkonsumsi Daging Sapi dan Kambing







Ilustrasi Darah Tinggi. (Foto: Healthline)

Moslemcommunity -Hari Raya Idul Adha 1439 H yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijjah telah ditetapkan pemerintah pada 22 Agustus 2018.

Idul Adha juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, karena peristiwanya bertepatan dengan prosesi kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Oleh karenanya, peringatan Idul Adha tiap tahunnya pasti identik dengan keberadaan daging hasil kurban tersebut.

Begitupun olahannya yang kerap menjadi hidangan utama ketika perayaan salah satu hari besar umat Islam ini.

Umumnya, setelah penyembelihan kurban, para penerima daging kurban akan membuat masakan untuk disantap bersama.

Meskipun menggembirakan, terkadang hidangan serba daging kambing dan sapi ini justru menghadirkan polemik yaitu darah tinggi.

Lantas, bagaimana kiat-kiat untuk menghindari penyakit tersebut kala menikmati berbagai olahan hidangan daging dan jerohan saat Idul Adha?

Sosok dr. Wahyu Indianto. MH dari RSUD Kota Surakarta memiliki beberapa kiat untuk mencegah dan mengatasi datangnya hipertensi di kala menyantap hidangan Idul Adha tersebut.

Terkait cara pencegahannya, Wahyu memiliki 2 kiat yang sederhana.

Pertama, adalah menyadari kondisi kesehatan tubuh sendiri.

"Kiatnya ya masing-masing sadar akan kondisinya, perhitungkan untung ruginya, mau mementingkan nikmat sesaat atau sakit berkelanjutan." ungkap Wahyu saat ditemui Senin lalu (20/8/2018)

"Jika kondisi masih normal atau sehat ya monggo tapi jangan serakah. Bagi yang sudah sakit lebih mawas diri. Yang penting Nikmati, batasi, dan imbangi (asupannya)"

Kedua, adalah selalu perhatikan tekanan darah bila memiliki riwayat darah tinggi sebelum menyantap hidangan seperti jerohan dan daging hewan kurban.

Jika ada riwayat Stoke atau serangan jantung, Wahyu menyarankan agar sebaiknya tidak ikut mengkonsumsi.

Nah, buat yang nekat dan mengalami darah tinggi saat memakan sajian Idul Adha, Wahyu juga memiliki beberapa kiat untuk mengatasinya.

Pertama, adalah lihat dulu gejala yang dialami usai memakan daging atau jerohan.

Bila gejala ringan sudah terjadi seperti mulai pusing, sebaiknya hentikan mengkonsumsinya.


Selanjutnya, segera laporkan gejala ringan tersebut ke dokter yang terdekat.

Hal ini penting guna tensinya bisa segera diukur.

Menurut Wahyu, hal itu diperlukan karena pusing ringan pun ternyata bisa mendapati tensi yang tinggi, dan selanjutnya tergantung tensinya yang terukur.

Jika pusing yang dialami sudah begitu hebat, lalu mengalami mual muntah dan gejala berat lainnya, Wahyu menginstruksikan untuk segera ke RS terdekat.

Wahyu menjelaskan bahwa ketiga gejala tersebut sudah menandakan Hipertensi Maligna atau sering disebut Krisis Hipertensi. (tribunnews)


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: