Innalillaahi.. Sudah 5 Jemaah Haji Asal Aceh Wafat di Tanah Suci







Ilustrasi Jemaah Haji Embarkasi Aceh. (Foto: HajiIndonesia)

Moslemcommunity - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh tahun 2018, M Daud Pakeh mengatakan jemaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci hingga Kamis (30/8) berjumlah 5 orang. Sekitar pukul 11.00 WIB kemarin disebutkan pihaknya baru saja diterima informasi dari petugas atas meninggalnya Muhammad Ali Puteh dari kloter 11 di Arab Saudi.

Kelima jemaah haji asal Embarkasi Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi itu: Muhammad Ali Puteh berasal dari Meureudu Pidie Jaya, tergabung dalam kloter 11, ia wafat pada Kamis (30/8). Sementara sehari sebelumnya itu, pada Rabu telah meninggal dunia jemaah atas nama Hamidah Nyak Itam binti Nyak Itam, berasal dari Desa Blang Muko Kuala, Kabupaten Nagan Raya yang tergabung dalam Kloter 9.

Sedangkan tiga jemaah lainnya yang sudah dimakamkan di Sharaya Mekah atas nama: Abdullah bin Amin Nafi berasal dari Jeulingke Banda Aceh, tergabung dalam kloter 3, ia wafat pada Selasa (28/8); Siti Halimah binti Ahmad Jemad, tergabung dalam kloter 6, ia wafat pada Senin (20/8); dan Mukhlis Teuku Usman Sarong, tergabung dalam kloter 5, ia wafat pada Sabtu (12/8) lalu.

Usai Puncak Haji Armuzna

Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh juga menyebutkan bahwa setelah fase puncak haji Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pekan lalu, tidak ada jemaah haji Aceh yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.

“Alhamdulillah, tahun ini setelah Armuzna kami mendapat laporan tidak ada seorang pun jemaah haji Aceh yang dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, secara kesehatan berarti kondisi jemaah dalam keadaan normal dan sehat, artinya istitha’ah kesehatan dalam pelayanan jemaah sangat penting,” ujar Daud Pakeh.

Dikatakannya, Istitha’ah kesehatan yakni kemampuan kesehatan jemaah haji secara kesehatan fisik dan mental dengan pemeriksaan kesehatan yang terukur. “Meskipun rata-rata kondisi jemaah kelelahan, sakit jantung, batuk dan pilek, namun dapat diatasi oleh tim medis kloter dan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, jemaah masih melakukan thawaf ifadhah dan umrah sunat,” jelas Kakanwil.

“Jemaah haji Aceh mulai bergerak meninggalkan Kota Mekah menuju Madinah pada 5 September mendatang,” pungkasnya. (acehkita.com)


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: