Ditolak Datang di Palembang, Ratna Sarumpaet Tanya Jokowi: Kita Masih Punya Kepala Negara Enggak?







Ratna Sarumpaet dalam acara Q and A, Rabu (23/4/2018). (Foto: Youtube)

Moslemcommunity - Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan pendapatnya terkait peristiwa ditolak dan diprotes kedatangannya di Palembang.

Tak sekadar memberikan pendapat, ia bahkan menyebut nama akun Twitter Jokowi di cuitannya.

Dilansir dari laman Twitternya pada Jumat (31/8/2018), Ratna menerangkan, dirinya sebagai orang yang sudah 30 tahun lebih selalu jadi objek intimidasi intelijen membuat ia mudah mencium rekayasa politik.

Rekayasa dalam sandiwara-sandiwara penolakan, lanjut Ratna Sarumpaet, di Lubuk Linggau dan Palembang.

Untuk itu, adanya aksi penolakan dirinya di beberapa daerah, membuat Ratna Sarumpaet menanyakan ke Jokowi apakah kita masih punya negara.

"Kita masih punya kepala Negara enggak sih? cc: @Jokowi," tegasnya.

Dalam postingannya, Ratna tampak melampirkan artikel penolakan dirinya di Palembang oleh organisasi masyarakat.

Tampak dalam selembar artikel tersebut, diatas terdapat tulisan Aliansi Sipil Palembang.

"Menolak kehadiran Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di Tanah Palembang," tulis judul artikel tersebut.

Didalam artikel itu, alasan keduanya ditolak karena dinilai memiliki tujuan yang bisa membenturkan sipil, yang dibungkus di sebuah acara diskusi publik.

Untuk itu, aliansi tersebut bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengambil tindakan preventif.

Hal ini dengan pertimbangan, Sumatera Selatan juga sedang menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Sehingga perlu dijaga kondisinya yang aman.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung dijadwalkan hadir ke Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (1/9/2018).


Cuitan Ratna Sarumpaet (Twitter.com/Ratna Sarumpaet)

Keduanya diduga hadir sebagai pembicara di kegiatan forum diskusi Gerakan Selamatkan Indonesia di Hotel The Zuri.

Meski demikian, forum diskusi itu dinilai provokatif dan akan mengganggu kondisi kawasan Sumatera Selatan.

Tak hanya di Palembang, Ratna Sarumpaet juga sempat mengalami penolakan di Bangka Belitung pada Sabtu (25/8/2018).

"Melihat perkembangan yang ada serta adanya penolakan (dari beberapa ormas), kami hanya akan melakukan pelantikan pengurus GSI Babel. Jadi diskusinya kami tunda," ujar Ketua GSI Babel Muhammad Amin dikutip dari Kompas TV.

Sehari sebelumnya pada Jumat (24/8/2018) siang, belasan orang perwakilan kelompok pemuda Resimen Yudha Putra PPM mendatangi Mapolda Babel untuk menolak kegiatan diskusi yang digagas oleh GSI Babel tersebut.

Amin menyayangkan adanya penolakan ini. Pasalnya, tidak ada agenda politik dalam diskusi ini.

GSI Babel hanya berbicara persoalan yang ada di Bangka Belitung saat ini dan bagaimana Bangka Belitung ke depannya.

"Kami tidak membicarakan pilpres. Tidak ada dukung mendukung salah satu pasangan calon. Dalam diskusi ini kita hanya membicarakan persoalan yang ada di Bangka Belitung saat ini, dan bagaimana Bangka Belitung ke depannya", tambah Amin.

Awalnya, diskusi ini akan dihadiri oleh 50 orang anggota GSI Babel dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Bangka Tengah, dengan pembicara Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung.

"Kami hanya akan melakukan pelantikan dan pengukuhan GSI Babel oleh Ketua Presedium GSI Nasional Ratna Sarumpaet", tegas Amin.

Sementara itu, sekelompok massa gabungan resimen Yudha Putra PPM, GP Anshor, LSM dan organisasi kepemudaan berkumpul di depan gerbang Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Mereka membentang spanduk berisi penolakan terhadap kehadiran Ratna Sarumpaet dalam kegiatan diskusi di warung Umah Ubi Atok Kulop.

Koordinator Aksi Rikky Fermana mengatakan, massa yang berjumlah ratusan orang dilengkapi satu unit kendaraan roda empat yang memuat soundsystem untuk pelantang suara.

Pantauan Kompas.com, massa berkumpul di pinggir trotoar dengan mengenakan seragam organisasi masing-masing. Ada dua spanduk yang dibentangkan mengatasnamakan relawan peduli pemilu damai.

Tidak terlihat aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi bandara tersebut.

Beberapa orang yang hadir diduga sebagai polisi namun tidak mengenakan seragam resmi. (tribunnews)


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: