Buka Suara Soal Mahfud MD, Rommy: "Itu Calon Lucu-Lucuan, Sama Sekali Tidak Betul"






Buka Suara Soal Mahfud MD, Rommy: "Itu Calon Lucu-Lucuan, Sama Sekali Tidak Betul"

Moslemcommunity.net - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, memberikan tanggapan terkait pernyataan Mahfud MD yang merasa tersinggung dengan perkataannya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikannya dalam program 'Kabar Petang' tvOne yang diunggah di YouTube, pada Rabu (15/8/2018).


Pria yang akrab disapa Rommy ini mengatakan jika ada beberapa hal yang perlu dijelaskan.


Rommy membenarkan jika dirinya bertemu dengan Mahfud MD dua minggu sebelum pendaftaran calon presiden, tepatnya pada Jumat (27/7/2018) lalu.

"Pada saat itu apa yang saya sampaikan adalah apa yang juga saya sampaikan ke depan publik pada tanggal 10 Juli. Jadi dua pekan lebih sebelumnya, yaitu 10 nama," ungkap Rommy.

"Di antaranya adalah nama-nama yang sudah beredar, ada Maruf Amin, Mahfud MD, ada Din Syamsuddin, ada yang lain-lain," imbuh Rommy.

Lebih lanjut, Rommy memberikan klarifikasi soal nama Mantan Ketua Umum PP, Muhamadiyah Din Syamsuddin, yang dianggap tidak serius saat dicalonkan sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang mengatakan bahwa calon dari PP Muhammadiyah Pak Din Syamsuddin itu calon lucu-lucuan. Itu sama sekali tidak betul, saya memang mendapatkan titipan dari PP Muhammadiyah," kata Rommy.

Rommy juga mengakui jika dirinya tidak tahu menahu jika Mahfud MD berada di Restoran Plataran Menteng, pada Kamis (9/8/2018).

"Perlu juga saya sampaikan bahwa ketika saya keluar dari Plataran Menteng, hari Kamis malam. Memang saya tidak dalam posisi mengetahui, kalau Pak Mahfud memang berada disekitar Restoran Plataran Menteng," jelas dia.

"Saya juga tidak mengetahui siapa, sampai hari ini pun saya juga belum mengetahui siapa yang meminta beliau (Mahfud MD) datang ke restoran di sekitar Plataran Menteng itu. Termasuk saya juga tidak mengetahui kalau Pak Mahfud sudah diminta untuk menjahit baju," kata Rommy menambahkan.

Menurutnya, sebelum penetapan cawapres pendamping Jokowi, sudah disiapkan beberapa skenario dan hal itu sudah direncanakan sejak pertemuan para ketua umum partai koalisi pendukung.

"Belakangan saya tahu bahwa sejumlah skenario yang memang disiapkan untuk menjadi calon wakil presiden, artinya skenario itu tidak tunggal.

Kemudian, yang berikutnya yang perlu saya sampaikan sehari sebelumnya yang tadi dikatakan final. Saya tidak pernah mengatakan final, karena presiden juga tidak pernah mengatakan final dan memang belum ada keputusan," imbuh dia.

Skenario cawapres, kata Rommy, di antaranya ada Jusuf Kalla (JK), Ma'ruf Amin, Mahfud MD, hingga Chairul Tanjung.

Bahkan, Rommy mengatakan jika Mahfud MD menjadi satu kandidat terkuat cawapres pendamping Jokowi.

"Dan pada saat hari kamis siang kami bersama-sama kemudian mengambil keputusan tentang siapa calon wakil presiden. Disitulah baru dilakukan, jadi dalam politik multi skenario itu biasa," kata Rommy.

"Saya tidak mengatakan Pak Mahfud bohong, Pak Mahfud mengatakan bahwa beliau tersinggung kan, bukan soal bohong atau tidak bohong. Tetapi saya pahami bahwa itu karena informasi yang kurang lengkap," tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Mahfud MD merasa tersinggung lantaran pernyataan Romahurmuziy, yang disampaikan dalam program 'Indonesia Lawyers Club (ILC)', Selasa (14/8/2018).

"Romy begitu keluar dari ruangan itu, mengatakan loh Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang suruh?

Saya agak tersinggung itu.

Padahal Romy justru yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa saya sudah final.

Pak Mahfud siapa yang membuat baju, itu kan kerjaannya tim sukses saja katanya.

Apa betul itu? Nah di situ kemudian klarifikasinya.

Saya dipanggil Pak Jokowi ke istana, Pak Jokowi menjelaskan situasinya dihadapkan pada situasi serba sulit, clear Pak Jokowi mengatakan,

'jika sampai kemarin sore itu sudah mengerucut ke satu orang, Pak Mahfud, sudah saya perintahkan, tapi tiba-tiba sore partai-partai datang, mengajukan calonnya sendiri-sendiri, lah saya akan tidak bisa menolak, saya kan bukan ketua partai, sementara ini koalisi harus ditanda tangani,' kata Pak Jokowi," ujar Mahfud MD.

Mahfud MD kemudian mengatakan jika apa yang dilakukan oleh Jokowi sudah benar.

"Kalau saya jadi Pak Jokowi, pasti saya sudah melakukan hal yang sama," kata Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud MD meminta agar Romy tidak main-main dengan omongannya.

"Padahal dia yang memberi tahu ke saya.

Suatu saat, Arsul Sani mengatakan ke saya mas Romy mau ketemu, oke kalau ketemu di mana? kita ketemu," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan jika akhirnya Romy mengunjungi rumahnya pagi-pagi.

"Lalu dia memberitahu, menyebutkan jika 10 nama (cawapres) memang berasal dari Pak Jokowi," ujarnya.

"Jadi Romy sejak awal sudah ke saya," imbuhnya.


Mahfud MD kemudian mengatakan jika sehari sebelumnya, dia politisi PPP Suharso Monoarfa.

"Saya (Monoarfa) bersama Romy sudah bertemu Presiden, Romy mengatakan bahwa kalau pasanganya Prabowo itu Salim Segaf, nanti lawannya Pak Mahfud, kalau nanti pasangannya Prabowo itu AHY, sama-sama millenial lawannya Romy, tapi sudah tahu dia kalau pak Jokowi pilih saya," kata Mahfud MD.

"Saya bilang, mas Anda ini kok ngomongnya beda, dengan yang waktu ketemu saya, jangan main-mainlah saya bilang," sambung Mahfud MD. [wow.tribunnews.com]

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: