Wow, Rahasia Kejutan Asyik Sudrajat-Syaikhu








Moslemcommunity.net - Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN bikin kejutan di pilgub Jawa Barat (Jabar). Raihan suara mereka, menurut versi hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survei, berada jauh di atas prediksi berbagai survei sebelum pilgub.

Misalnya, hasil quick count SMRC pada Rabu (27/6/2018) dengan data terkumpul mencapai 100% menempatkan Sudrajat-Syaikhu di posisi kedua dengan raihan 29,58% suara.

Padahal sebelum pemilihan, SMRC menyebut Sudrajat-Syaikhu hanya memperoleh 7,9% suara lewat metode simulasi kertas suara yang diberikan responden. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan pada 22 Mei-1 Juni 2018 dengan sampel sebanyak 820 orang, metode multistage random sampling dengan jumlah proporsional. Sedangkan toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Selain itu, hasil quick count dari Indo Barometer juga menempatkan pasangan ini di posisi kedua dengan raihan Sudrajat-Ahmad Syaikhu 28.54% suara. Padahal, Indo Barometer pernah memprediksi Sudrajat-Akhmad Syaikhu hanya mendapat suara 6,1%. Hal itu didasarkan pada survei yang digelar di 27 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat pada 7-13 Juni 2018 dengan jumlah responden 1.200 orang. Margin of error penelitian ini sebesar +- 2,83%, dengan tingkat kepercayaan 95% dan metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Hasil itu pun menimbulkan pertanyaan: apa rahasia kejutan Sudrajat-Syaikhu?

Menjawab itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut tiga hal yang menjadi kunci mereka memberi kejutan. Pertama adalah faktor turunnya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) secara penuh di akhir masa kampanye.

"Pertama tentu turunnya Pak Prabowo dan Kang Aher full di akhir. Ini diikutkan juga dengan kejutan Asyik ketika kampanye debat kedua. Yang secara tegas bikin kaos 2018AsyikMenang, 2019GantiPresiden. Ini diferensiasinya kuat sekali, dan itu kita lakukan H-10," kata Mardani kepada detikcom.

Faktor kedua, Mardani mengatakan ada pengaruh gerakan sistematis di media sosial. Dia menyatakan efektifitas isu di media sosial berpengaruh terhadap perolehan suara paslon ini.

"Poin kedua, kami melakukan gerakan sistematis di sosial media," ucapnya.

"Sosial media kita bekerja dengan baik dan itu melingkupi lintas generasi. Karena ada yang main di sosial media buat milenial, ada yang kalangan ulama dan lain-lain," sambungnya.

Yang ketiga, dia mengatakan ada efek dari dukungan solid gerakan 212. Ia juga menyatakan soliditas kader partai pendukung, salah satunya PKS, berpengaruh dalam perolehan suara paslon ini.

"Poin 3, dukungan solid dari gerakan 212, para ulama, dan orang-orang yang ingin ganti presiden. Oh iya (soliditas kader PKS), kita galang dana karena dana nggak cukup untuk saksi ngumpul dana sendiri. Ada satu kelompok ngumpulin Rp 500 ribu, kelompok pengajian. Ini soliditas kader luar biasa," tutur Mardani. (detik)

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: