Misi "Rahmah" Staquf di Israel Secara Hukum Menurut Alquran






Misi "Rahmah" Staquf  di Israel Secara Hukum Menurut Alquran

Moslemcommunity.net - Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

Sudah beberapa hari ini saya menunggu, nampaknya belum ada alasan rasional, apalagi syar'i, yang disampaikan oleh Staquf dan Pendukungnya ketika menjalin hubungan mesra dengan zionis Yahudi. Semua alasan yang dikemukakan oleh mereka justru bermasalah secara hukum dan moral.
Anehnya, kita dituntut oleh mereka untuk mau memahami atas apa yang dilakukan junjungannya. Menurutnya, ilmu kita ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan junjungan mereka, jadi tidak usah kita mengkritisi junjungannya. Hemm.. wakwaw.. mereka kira tokohnya itu sekelas Nabi Khidir.

Secara hukum, tidak ada satupun dalil maupun aqwal ulama-ulama mu'tabar yang membolehkan seorang muslim bersalam manis dengan kaum kafir harbi. Sementara, secara moral itu merupakan bentuk pengkhianatan seseorang kepada saudaranya yang hingga saat ini sedang ditindas dan terjajah.

Bayangkan, apa jadinya bila kita mempunyai sanak famili yang dirampok dan dibunuh secara sadis, maukah kita bercengkerama mesra, bersalaman akrab, makan-makan dan ngopi-ngopi dengan orang yang telah membunuh saudara-saudara kita? apabila mau, berarti kita mengalami gangguan jiwa.

Lagi pula, bukankah "diplomasi tingkat tinggi" dengan Israel itu sudah terjalin sejak zaman Gusdur. Lalu apa hasil dari semua itu? apakah setelah itu Yahudi berhenti menjarah dan membunuh rakyat Palestina? Tidak! justru mereka semakin menjadi-jadi membunuh warga Palestina.

Buat apa lagi kalian berdiplomasi dengan kaum kafir harbi itu? Menebarkan "rohmah"?. Apa kalian lupa bagaimana para Sahabat Nabi Muhammad saw. memperlakukan orang-orang kafir yang dzolim? Tidak ada kata "rohmah" bagi mereka, yang ada adalah "asyiddaau", keras kepada mereka.

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka", (Qs. Al-Fath: 29).

Kenapa Staquf tidak mau mencontoh para pengikut Nabi itu? mereka keras terhadap kaum kafir yang dzolim, yang berulangkali mengkhianati perjanjian, sama halnya zionis Yahudi yang sekarang.

Kenapa Staquf tidak keras terhadap kaum yang sudah dimurkai Allah itu? lupakah dia bahwa Allah sudah mengatakan; "orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kalian sebelum kalian mengikuti aturan-aturan hidup mereka", (Qs. Al-Baqoroh: 120)?.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh­Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar­ benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian), (Qs. Al-Mumtahanah: 1).

Kenapa kalian tidak memperhatikan firman Allah ini?

Tidak usah ajari saya untuk membaca 'asnabunnuzul' dan tafsirnya, sebab jika saya menjelaskan ayat itu lengkap dengan semua maknanya, maka itu akan semakin memojokkan junjungan kalian yang selama ini kalian banggakan. Faham?!

Laahawla walaaquwwata illaa billaah

Sumber: Facebook Beliau

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: