Menurut NasDem Sosok Erdogan dinilai Mirip dengan Jokowi, Ini Sebabnya







Jokowi dan Erdogan bertemu di Turki. Foto: Bagus Prihantoro/detikcom

Moslemcommunity.net - Kemenangan Recep Tayyip Erdogan di Pilpres Turki turut dikomentari Partai NasDem. Sosok Erdogan dinilai NasDem mirip dengan Presiden Joko Widodo.

Anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi mengatakan, kemenangan Erdogan dalam pemilihan presiden Turki secara mutlak disebabkan dua faktor utama. Pertama, kata dia, karena prestasi. Kedua, karena Erdogan sipil.

"Di negara yang sangat lama dikuasai oleh militer tersebut, kehadiran Erdogan sebagai seorang sipil yang berprestasi sangat penting. Erdogan menjadi kebanggaan dalam konteks supremasi sipil," kata Taufiqulhadi dalam keterangannya, Selasa (26/6/2018).

Taufiqulhadi mengatakan Erdogan membangun Turki dengan sepenuh hati dan membuat negara itu kini diapresiasi pihak luar sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang impresif. Selain itu, Taufiqulhadi menyebut Erdogan dihargai karena kemampuan menguasai ilmu agama yang baik, salah satunya dapat membaca Alquran secara benar.

Beragam karakter Erdogan dan cara kepemimpinannya itu disebut Taufiqulhadi mirip dengan Presiden Joko Widodo. Taufiqulhadi mengatakan kehadiran Jokowi di Indonesia hampir serupa Erdogan.

"Di dalam negeri Indonesia, tokoh yang setimpal dengan Erdogan adalah Jokowi. Ia seorang sipil yang berprestasi. Di negara yang cukup lama berada di bawah cengkeraman kediktatoran militer, hadir seorang Jokowi yang sipil, sangat membesarkan hati," jelas Taufiqulhadi.


Taufiqulhadi mengatakan saat ini Jokowi berupaya mempersiapkan Indonesia untuk menyongsong masa depan, yaitu menciptakan prakondisi untuk pertumbuhan ekonomi bagi generasi bangsa ke depan. Taufiqulhadi membeberkan beberapa cara Jokowi mewujudkannya. 

"Di antaranya menggenjot pembangunan infrastruktur yang merata. Membangun infrastruktur yang merata adalah prakondisi pertumbuhan ekonomi. Di tengah iklim pertumbuhan ekonomi global yang tidak baik, konsentrasi bagi pembangunan infrastruktur tidak bisa terganggu," katanya. 

"Sebagaimana Erdogan, Jokowi adalah sipil yang terbebas dari stigma buruk masa lalu. Ia terbebas sikap-sikap antikemanusian dan anti-umat di masa lalu. Jokowi tidak pernah melakukan pelanggaran HAM jenis apa pun di masa lalu. Ia juga memiliki hubungan politik yang alami dengan umat sejak dulu hingga sekarang. Jokowi baik membaca Alquran," pungkasnya. (detik)

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: