Tegas Ustadz Abdul Somad Ungkap ISIS Bukan Kelompok Islam, Ini Alasannya







Ustaz Abdul Somad (instagram)

Moslemcommunity.net - Ustadz Abdul Somad secara tegas menyebutkan bahwa ISIS bukan lahir dari rahim Islam. ISIS juga bukan juga masuk dalam golongan Islam. Hal ini diucapkannya di dalam salah satu ceramahnya yang diunggah ke akun You Tube (Tafaqquh),

Masih dalam video tersebut, menurut Ustadz Abdul Somad, kemunculan ISIS ini secara tidak langsung dilakukan oleh Amerika Serikat dan para sekutunya. Maka tentu sangat wajar jika perilaku dan tindakan ISIS yang kejam sangat bertentangan dengan ketentuan Sunnah dan ajaran Islam yang sebenarnya.

“ISIS bagi yang mau mencari, tulisan Arabnya, DAIS, Daulah Alislamiyah Iraq Suriah. Atau bahasa Inggrisnya dijuluki Islamic State in Iraq and Syria,” kata Ustaz Abdul Somad.

Menurut Ustadz Abdul Somad, setidaknya ada tiga alasan kuat kenapa ISIS bukan gerakan yang didasarkan kepada ajaran Islam.

Pertama, kata Ustaz Abdul Somad, petinggi utama ISIS, yaitu Abu Bakr Al Baghdadi, mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin atau khalifah. Padahal dalam Islam tidak demikian.

“Dalam Islam, khalifah tidak mengangkat dirinya sendiri, Abu Bakar tak mengangkat dirinya, sahabat membait Abu Bakar. Begitu, Ali tak pernah mengangkat dirinya, setelah Usman meninggal, sahabat membait Ali. Abu Bakr, enggak. ‘Kalian membait aku, siapa yang tak membait aku, kafir’.Dibacakannya hadis, ‘siapa yang mati, tidak membait, matinya mati jahiliah’. Itu kesalahan fatalnya yang pertama,” kata Ustaz Abdul Somad.

Kedua, ISIS merupakan kelompok yang menganut keyakinan takfiri, sehingga menganggap yang berbeda keyakinan diperbolehkan untuk dibunuh. Dan keyakinan itu tidak ada di ahli sunnah.

“Mereka mengkafirkan semua yang tak sekeyakinan dengan dia, ini yang disebut dengan keyakinan takfiri. Syiah itu takfiri, ISIS juga sama takfiri. Siapa yang tidak ikut kepada ISIS, kafir halal darahnya. Maka keyakinan takfiri itu bukan ahli Sunah,”ujarnya.

Yang ketiga, kata Ustaz Abdul Somad, kekejaman yang dilakukan ISIS di dunia ini, didapatkan dari tentara Amerika. Bukan Islam.

“Cara-cara dia menyiksa, itu bukan cara-cara Islam, tapi lebih pada yang dilakukan oleh Guantanamo, orang-orang yang telah dilatih lama oleh tentara Amerika,” kata Ustadz Abdul Somad.

Dengan banyak alasan itu, menurut Ustaz Abdul Somad, sangat pantas jika orang menyebut ISIS merupakan boneka buatan Amerika dan sekutunya. Bukan dari Islam.

“Maka bukan isu orang bilang ini bentukan Amerika, Eropa, Israel. Tapi masalah ISIS jangan baca koran. Karena koran itu yang betul cuma dua, harga sama tanggal. Karena beritanya dari Reuters, Reuters itu kantor berita Yahudi, maka bacalah Website ulam yang terpercaya, di antaranya Syah Yusuf Alkadarawi, beliau memfatwakan ISIS itu bukan Islam. Tapi bentukan,” kata Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad juga menceritakan, perperangan yang terjadi saat merupakan pertempuran antara dua kelompok, yakni Syiah dan ahli Sunnah.

“Yang terjadi sekarang itu perang antara dua, Syiah dengan rezim Bashar Al Assad didukung oleh Iran dan Suriah. Kenapa Iran mendukung, karena keluarga Assad itu ayahnya partainya, Partai Hisbulbaas, Partai Hisbulbaas itu PKI-nya, kalau di tempat kita,” kata Ustadz Abdul Somad kembali menceritakan.

“Makanya Suriah itu didukung oleh Rusia, kemudian didukung oleh Syiah karena agamanya Syiah Nusairiah ini, berkonflik dengan ahli sunah, ahli sunnah itu jabaah nusra, semua ahli sunah bergabung di kelompok ini. Jadi pertempuran itu antara dua, antara Syiah dengan ahli sunnah,” ucap Ustadz Abdul Somad lagi.

“Nah datang ISIS di tengah abu-abu, ini yang merusak, akhirnya semua orang yang ke Suriah, dituduh bergabung dengan ISIS, padahal ISIS itu hanya merusak. Jatuh bantuan, jatuh senjata, tiba-tiba bisa jatuhnya ke kamp ISIS, Amerika itu bukan bodoh, bisa pula salah jatuh ke bawah, ya ahli. Oleh sebab itu maka, pendapat ulama yang terpercaya ISIS bukan Islam,” kata Ustadz Abdul Somad.




[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: