Setelah Diampuni Raja Malaysia, Anwar Ibrahim Resmi Bebas

Anwar Ibrahim mengacungkan jempol kepada para pendukungnya di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur. Tindakan itu mengafirmasi statusnya sebagai orang yang bebas, usai menerima pengampunan dari Raja Malaysia (16/5) (Mohd Rasfan / AFP PHOTO)

Moslemcommunity.net - Anwar Ibrahim, figur oposisi top dan pemimpin de facto People's Justice Party atau Parti Keadilan Rakyat (PKR), telah berstatus bebas dari penjara setelah menerima pengampunan dari Raja Malaysia, hari ini, Rabu, 16 Mei 2018.

Seperti dikutip dari Channel News Asia (16/5/2018), pengampunan itu diperoleh Anwar saat dirinya baru saja selesai menjalani operasi atas masalah cedera bahu di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur.

Sejak beberapa bulan terakhir, Anwar menjalani menjalani masa hukuman di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, demi menjalani perawatan dan pemulihan atas cedera bahu yang ia derita.

Anwar terlihat telah meninggalkan Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Usai keluar dari rumah sakit, Anwar sempat mengacungkan jempol kepada para pendukungnya yang telah menunggu sejak Selasa 15 Mei malam. Setelah itu, ia masuk ke mobil yang membawanya pergi.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, pemimpin de facto PKR itu dijadwalkan segera meluncur ke Istana Negara untuk bertemu dengan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V, sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Pertemuan itu juga akan dihadiri oleh istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail -- perempuan yang dinominasikan sebagai deputi perdana menteri Malaysia oleh PM Mahathir Mohamad yang baru saja menjabat.

Menurut pengacara, Raja Malaysia mengabulkan pengampunan penuh terhadap Anwar. Ia juga terbebas dari seluruh dakwaan hukum yang sempat membelitnya dan diizinkan untuk terjun kembali ke kancah politik Negeri Jiran.

"Pengampunan itu seutuhnya membuktikan bahwa ia (Anwar) tidak bersalah," kata Nurul Izzah, putri Anwar Ibrahim kepada Channel News Asia, 15 Mei 2018.

Anwar Ibrahim mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sungai Buloh sejak Februari 2015, usai menerima vonis 5 tahun penjara atas kasus sodomi terhadap mantan asisten pribadinya.

Kala itu, kasus tersebut dinilai sarat kontroversi. Beberapa pihak menyebutnya sebagai 'peristiwa yang dibuat-buat' guna mendiskreditkan Anwar Ibrahim dalam kancah perpolitikan Malaysia.

Usai mendapat pengampunan dari Raja Malaysia, sejumlah proses administratif mesti dilakukan oleh tim hukum Anwar Ibrahim sampai dirinya berstatus bebas penuh secara legal-formal.

Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim saat masih menjabat sebagai PM Malaysia dan Deputi PM pada 1997 (AFP)

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (92) mengatakan bahwa ia mungkin hanya akan bertahan selama dua tahun di kursi kepemimpinan Negeri Jiran. Kelak pasca-mundur, ia akan memainkan peran di belakang layar.

Ia juga mengisyaratkan bahwa Anwar Ibrahim, mantan musuh bebuyutan yang kini jadi mitra koalisinya, akan menduduki kursi perdana menteri Malaysia.

"(Dalam) tahap awal, mungkin akan berlangsung satu atau dua tahun, saya jadi perdana menteri," kata Mahathir kepada Wall Street Journal, seperti dilansir Channel News Asia, Senin 15 Mei 2018.

"Saya akan memainkan peran di belakang layar bahkan ketika saya mengundurkan diri."

Mahathir Mohamad menambahkan bahwa setelah Anwar Ibrahim dibebaskan, pemimpin de facto PKR itu harus berjuang mendapat kursi di parlemen dan kemungkinan diberikan jabatan di kabinet.

Namun, pada saat bersamaan, ia masih akan tetap memainkan peran yang sama seperti pemimpin tiga partai lainnya dalam koalisi Pakatan Harapan.

"Saya mengharapkan dia memainkan peran yang sama dengan para pemimpin dari tiga partai lainnya. Tidak akan ada kekuasaan istimewa, layaknya yang diberikan kepada menteri atau wakil menteri atau wakil perdana menteri," ujar Mahathir seraya menambahkan bahwa ia akan segera membuat keputusan akhir terkait postur kabinetnya. (liputan6)

[http://news.moslemcommunity.net]
Banner iklan disini
loading...