Miris, Gadis SMP Meninggal Setelah Berhubungan Dengan Temannya Yang Dikenal Lewat BBM






Miris, Gadis SMP Meninggal Setelah Berhubungan Dengan Temannya Yang Dikenal Lewat BBM

Moslemcommunity.net - Kabar meninggalnya siswi SMP usai melakukan hubungan intim dengan kekasihnya membuat publik heboh, kini AW (26), tersangka dalam kasus tewasnya pacarnya sendiri LGDS (14) kini telah menjalani pemeriksaan di Polres Tabanan. tersangsangka diketahui telah di tangkap pada Senin (22/1/2018) atas meninggalnya LGDS.

LGDS yang merupakan siswi SMP tersebut tewas usai melakukan hubungan suami istri dengan tersangka AW. Awal perkenanal mereka pada 29 Desember 2017 malalui aplikasi BBM. Kemudian keduanya saling ketemu, Mereka bertemu di daerah air terjun Singsing Angin, Selemadeg sekira Pukul 13.30 Wita. Kemudian pacar korban mengajak ke tempat kost di daerah Dangin Carik, Tabanan.

Miris, Gadis SMP Meninggal Setelah Berhubungan Dengan Temannya Yang Dikenal Lewat BBM

Sampai di kost, mereka yang sebelumnya sempat mengobrol dan nonton televisi, lantas berhubungan suami istri sebanyak dua kali. Pada saat melakukan hubungan yang kedua kalinya korban mengalami pendarahan kemudia ke kamar mandi korban sudah tak sadarkan diri. Akhirnya di larikan ke rumah sakit sekitar pukul 15.30 WITA.

Dari hasil pemeriksaan dokter memberi pengakuan bahwa ternyata meninggalnya korban diduga karena kekurangan oksigen, Lantaran dokter menemukan adanya warna kebiruan yang ada di bibir dan kuku.
Dari organ-organ dalamnya juga ada bintik-bintik pendarahan dan pelebaran pembuluh darah.

Menurut tim Dokter Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan beberapa luka lecet dan luka memar di tubuh korban. Luka lecet dan luka memar itu terdapat di bibir, leher kanan-kiri, dada, dan paha kanan-kiri. [planet.merdeka.com]

Jeritan Seorang Ibu, Selamatkan Anak Kami Dari Perzinahan! 

Jeritan Seorang Ibu, Selamatkan Anak Dari Perzinahan!

SELAMATKAN ANAK DARI PERZINAHAN

Makin dianggap biasa dan semakin banyak saja anak-anak yang tanpa rasa malu bahwa mereka pacaran bahkan mesra-mestraan  di depan publik, membuktikan adanya sebuah pergeseran nilai.

Nilai normatif, dan kepantasan, bukti jauhnya pemahaman anak atas batasan pergaulan, dak bukti longgarnya kontrol para orang tua pada anak-anak.

Apalagi makin banyaknya kasus anak-anak ABG yang hamil diluar nikah, bahkan diaborsi, dibuang hingga dibunuh, sungguh fakta yang sangat mengerikan.

Semua ini bukti, betapa rawannya anak-anak ini terhadap perzinahan. Indonesia benar-benar tidak cuma darurat LGBT dan narkoba, tapi juga darurat perzinahan.

Butuh komitmen kuat dari semua pihak, baik orang tua selaku pendidik utama yang mengajarkan anak akan ajaran Islam yang kaffah termasuk soal pergaulan.

Dan masyarakat sebagai pengontrol sosial, bahkan komitmen tegas dari perintah untuk menutup semua media yang menjadi perangsang prilaku perzinahan, hingga penerapan sangsi pidana berat.

Tapi sepertinya, terkait dengan pemerintah, tak banyak yang bisa diharapkan karena memang tak mungkin dalam sistem demokrasi yang menjamin kebebasan ini, negara sanggup menutup semua media terkait pemicu perbuatan asusila ini, ada banyak kepentingan dan jaminan HAM, apalagi berharap hukum pidana yang mampu membuat jera sebagaimana syariah Islam.

Kami para orang tua, merasa sangat khawatir, namun hari ini, yang bisa kami lakukan hanya mendidik mereka dengan ajaran Islam, mengontrol dan mendoakan. Semoga anak-anak kami terselamatkan dari perzinahan. Serta mengajak para orang tua agar kembali kepada Islam dan menjadi orang tua yg seperti Islam perintahkan.

By. Dewi Merdekawati

[http://news.moslemcommunity.net]



Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: