Malu Mengaku Sebagai Saudara Muslim, Ini Surat terbuka Untuk Permadi Arya Abu Janda






Malu Mengaku Sebagai Saudara Muslim, Ini Surat terbuka Untuk Permadi Arya Abu Janda

Moslemcommunity.net - SURAT TERBUKA UNTUK SAUDARA PERMADI ARYA (ABU JANDA AL-BOLIWODI).

Untuk: Saudaraku Permadi Arya.
Dari: Maaher At-Thuwailibi (alumni 212)

Assalamu ‘Ala Manittaba’al Huda..

Teruntuk saudaraku Permadi Arya alias ‘Ustad’ Abu Janda, malam tadi tepat sehabis shalat Isya’, saya berkirim pesan via WhatsApp dengan saudara saya Ustad Felix Siauw Hafizhahullah; saya bertanya kepada beliau perihal jadi tidaknya beliau hadir di acara ILC TV One sebagai salah satu pembicara. niat awal saya ingin hadir di acara tersebut sebagai audience guna menyaksikan langsung di studio. dan rencana awal ingin berangkat bersama beliau (kalau memungkinkan). Tapi qadarullah saya tersilap daya ternyata ILC tayang sehabis Isya’ dan beliau sudah duduk di TV One. singkat kata, saya lupa dan terlambat. Alhasil, saya menyaksikan penampilan anda semua di acara ILC lewat televisi di rumah bersama anak-istri.

Saudara Permadi Arya, mungkin kali ini saya baru sampaikan keinginan lama saya (semoga anda membaca surat terbuka saya ini); bahwa sejak 3 tahun yang lalu saya berencana mengundang anda untuk DISKUSI TERBUKA atau katakanlah DEBAT ILMIAH secara terbuka. Rencana menantang anda untuk DISKUSI ILMIAH sudah tersusun rapih sejak 3 tahun terakhir. melihat berbagai kepintaran dan kelincahan anda “berdakwah”, merangkai kata, dan ber-ekspresi di sosial media. ditambah pengakuan anda bahwa anda adalah seorang “USTAD” yang didamba (sebagaimana yang anda tulis sendiri pada profil Fan Page anda). kebanggan tersendiri bagi seorang faqir seperti saya bisa duduk berhadapan langsung dengan seorang USTAD yang ‘alim’ dan terkenal di zaman ‘NOW’.

Demi Allah saya tidak mengada-ngada. rencana ini real adanya. hanya saja, rencana itu seakan tak urung saya wujudkan karena melihat satu cuplikan video dimana anda membaca Al-Qur’an ternyata belepotan. saya pun kaget membisu, menyaksikan seorang ‘USTAD BESAR’ yang memiliki ratusan ribu pengikut dan followers ternyata tak bisa baca Al-Qur’an. dalam hati saya berkata, apa mungkin orang semacam ini bisa baca kitab kuning, bisa berbahasa arab, hafal al-qur’an dan hadits apalagi faham ushul fiqih; lha wong membaca Al-Qur’an saja tidak bisa. lalu bagaimana dengan pengikut dan murid-muridnya. Disitu saya tertekun malu. Serasa saya mempermalukan diri sendiri jika benar-benar harus menantang DISKUSI seorang “Ustad” medsos yang baca Qur’an saja tak bisa.

Lalu, tadi malam saya melihat penampilan anda untuk pertama kalinya di ILC TV One sebagai pembicara, duduk bersama para tokoh agama, pejabat pemerintah, semeja dengan Denny Siregar si penganut agama Syi’ah. saya amati dan saya perhatikan pemaparan anda; mulai dari sudut pandang anda terhadap reoni 212, perspektif politik dan pancasila, sampai kebohongan publik tentang bendera Rasulullah (Ar-Raayah). lagi-lagi saya terkejut batin; ternyata kemampuan anda di alam nyata dengan berbagai kelincahan anda di alam maya sangatlah jauh berbeda.

Tak hanya pada sisi retorika, tapi daya intelektual anda sama sekali tidak mewakili sebuah ormas besar yang menjadi icon di tengah bangsa indonesia. dalam hati lagi saya berkata, ada apa gerangan ormas besar itu masih mempertahankan atau memelihara seseorang yang mengalami keterbelakangan intelektual dan “cacat mental”. saya langsung teringat dengan para pendekar TALAFI di dunia maya, kesamaan karakter begitu melekat pada kalian berdua. walau anda terbilang jantan dan berani berhadapan langsung dengan lawan bicara meskipun tampak panik bagaikan tikus got yang ‘kelelep’ ditengah samudera.

Saudara Permadi, saya tak ingin mengomentari penganut Syi’ah yang sedang gagap gempita merenungi kegagapannya dan selalu merasa sepi hidupnya tanpa tim hore yang memujinya. saya juga tak ingin mengomentari orang tua yang gagal faham memahami terminologi ‘Khilafah’ dalam teori perspektif dan aplikatif. demikian pula saya tak punya waktu menanggapi pembela LGBT yang belum ‘cukup umur’ untuk menjadi pembicara di ILC. tapi saya hanya ingin menyampaikan ribuan terimakasih kepada TV One dan Pak Karni Ilyas yang telah memberikan panggung bagi anda untuk mempertontonkan kualitas anda yang jauh dibawah rata-rata. Acara ILC di TV One tadi malam, cukup membuktikan bagi masyarakat kita mana emas dan mana tembaga; mana madu dan mana empedu. Kalaulah setelah acara dialog di Indonesia Lawyer Club (ILC) ini masih ada yang meng-idolakan anda, maka saya bisa pastikan bahwa orang tersebut kebanyakan makan ‘kecebong rebus’.

Intinya, Sudara Permadi..., saya malu untuk mengakui anda sebagai saudara muslim. apalagi anda dan orang-orang seperti anda di indikasi membawa ancaman dan bahaya besar terhadap persatuan dan kesatuan NKRI. Disamping cacat ideologi dan krisis budi pekerti, anda bermodalkan dusta dan numpang tenar sehingga melahirkan rasa pongah. hadits tidak hafal, baca Al-Qur’an belepotan. namun begitu pongahnya mengaku putra bangsa yang berketuhanan. sebagai muslim yang sudah islam sejak lahir, saya bangga punya saudara mu’allaf yang sudah 15 kali ke museum topkap istanbul Turki, hingga pada malam tadi di ILC ia mampu mendiskripsikan Hadits Rasulullah dari Ibnu Abbas diluar kepalanya:

كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ

“Rayah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berwarna hitam dan Liwa’ beliau berwarna putih.”

(HR. Riwayat Imam Tirmidzi)

Demikian surat terbuka yang saya buat dengan penuh kesadaran. dan yang terakhir, bagi anda yang masih menjadi followers dan pengikut setia Permadi Arya; maka saya meragukan kesehatan jiwa anda.

As-alullah Al-‘Aafiyah Wa Salaamah.

Indonesia, Rabu 6 Desember 2017
Maaher At-Thuwailibi.

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: