Batre Hp Tinggal 1 %, Gadis Ini Cabut Alat Bantu Hidup Kakeknya, Kejadian Selanjutnya Mengerikan






Gadis Ini Cabut Alat Bantu Hidup Kakeknya

Moslemcommunity.net - Saat di rumah sakit tidak boleh melakukan tindakan seenaknya.
Ada banyak nyawa yang dipertaruhkan saat di rumah sakit.

Apalagi terkait dengan alat-alat medis yang dipakai oleh pasien.

Kehidupan pasien dipertaruhkan dengan perangkat medis tersebut.

Alat-alat yang terhubung ke pasien bisa berakibat fatal saat dilepas.


Tindakan yang lalai bisa menyebabkan kematian.

Ally Louia melakukan tindakan yang sebaliknya.

Ia mengunjungi kakeknya yang menderita kanker paru-paru di rumah sakit.

Saat tidak ada orang ia melakukan tindakan yang bisa berakibat fatal.

Ally Louia melepaskan alat yang ada di tubuh kakeknya.

Dia berpikir tidak akan terjadi apa-apa saat melakukan hal itu.

Ia sengaja melepaskannya untuk mengisi daya handphonenya.

"Ponsel saya berada di 1%, yang bisa digambarkan sebagai situasi kritis," tuturnya.

Selain itu menurutnya ibunya memintanya untuk memberi tahu keadaan kakeknya.

Ternyata Ally Louia tak hanya mengirim pesan kepada ibunya, dia bahkan mengambil beberapa foto kakeknya untuk mengunggahnya di Instagram.

"Tidak mungkin, saya hanya melakukannya untuk membuktikan bahwa dia baik-baik saja. Dan ya, memang benar dia menjadi biru, tapi saya pikir itu adalah filter Instagram. "

Ia mengangap kakeknya membiru karena filter instagram.

Padahal itu karena kekurangan oksigen setelah alatnya ia lepas.

Namun Ally Louia malah mengeluh.

"Orang juga bisa memperingatkan saya, alih-alih mendapatkan like," ungkapnya.
Untungnya, ia berhasil menghubungi rumah sakit.

Para dokter dan perawat bergegas masuk dan akan membantunya.

"Mereka ketakutan saat menyadari bahwa respirator dimatikan. Saya bertanya kepada mereka apakah ada soket lain di ruangan itu tapi mereka tidak menjawab," kata Ally Louia.

Tindakan bodoh Ally membuat marah seluruh keluarganya setelah kejadian tersebut.

Artikel Asli

[http://news.moslemcommunity.net]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: