Awalnya dikira Demam Biasa, Lalu Kondisi Gadis ini Semakin Parah, Faktanya Mengerikan

Awalnya dikira Demam Biasa, Lalu Kondisi Gadis ini Semakin Parah, Faktanya Mengerikan

Moslemcommunity.net - Awalnya seorang gadis yang bernama Valencia Davies mengalami demam. Namun, orangtuannya berpikir jika sang anak hanya terkena flu biasa. Tak ada yang menduga sebelumnya, semakin hari kondisi Valencia justru semakin parah dan memprihatinkan. Sebelum kondisinya separah itu, awalnya dokter menyatakan jika Valencia mengalami sakit cacar, karena tubuhnya dipenuhi dengan bintik-bintik merah.

Tapi ternyata diagnosa dokter soal cacar itu tidak tepat, karena kondisi Valencia yang semakin memprihatinkan. Ia terkena infeksi paru-paru, epilepsi bahkan mata dan bibirnya menjadi sangat merah. Dan setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ternyata Valencia diketahui mengalami Sindrom Stevens Johnson (SJS). SJS adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena alergi obat-obatan dan infeksi kuman. SJS bisa dibilang juga termasuk penyakit kulit yang sangat fatal, karena seseorang yang mengalami penyakit ini kulit tubuhnya akan mengelupas. Hal ini terjadi lantaran sel epidermis pasien mati dengan cepat yang kemudian mengakibatkan pengelupasan kulit yang berdampak sangat mengerikan.

Gejala awal SJS memang seperti gejala flu biasa yang disertai dengan demam, sakit kepala, sulit menelan sesuatu, hingga sesak nafas. Namun yang membedakannya adalah ketika sudah parah akan muncul bintil-bintil merah pada kulit yang mirip dengan cacar. Tapi, bintik itu tak bisa hilang begitu saja, ia akan mengelupas dan melepuh. Dilansir dari dailymail, penyakit ini termasuk penyakit yang sangat berbahaya karena bagi seseorang yang mengalami SJS ia akan mendapatkan kesulitan untuk membuka matanya dan mulutnya karena sudah terinfeksi.
Awalnya dikira Demam Biasa, Lalu Kondisi Gadis ini Semakin Parah, Faktanya Mengerikan
Ibu Valencia yakni Ene menyatakan bahwa SJS ini bisa saja terjadi karena antibiotik yang diberikan oleh dokter. Karena sang anak mengalami bisul di mulut, lidah bahkan sampai ke pipinya berawal ketika dua hari setelah Valencia diberikan antibiotik oleh dokter. Tak berhenti di situ yang membuat Ene khawatir adalah, bibir Valensia retak dan menjadi berwarna kuning. Melihat hal itu, Ene lantas memutuskan untuk membawa sang anak ke rumah sakit demi mendapatkan perwatan yang lebih baik.

Yang dialami oleh Valencia ini bisa menjadi sebuah pengetahuan baru bagi para orangtua bahwa demam itu bukan hanya disebabkan karena flu semata. Sehingga tidak bisa reda hanya dengan diberikan obat penurun panas biasa. Namun, orangtua harus membawanya ke dokter dan menanyakan kondisi sang buah hati dengan pasti dan menyadari dengan jelas apa yang dialami oleh anaknya. Supaya kejadian yang menimpa Valencia ini tak terulang kembali dan bisa segera mendapat penanganan agar kondisinya tidak semakin parah.

planet.merdeka.com
Banner iklan disini
loading...