Tentang Fotonya Yang Diedit Pakai Topi Sinterklas, Kapolri : Biarkan saja saya mendapat fitnah. Makin banyak fitnah, maka gugur dosa saya







Ilustrasi Foto : Pos kupang

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyorot perilaku kebablasan sebagian masyarakat Indonesia dalam menggunakan media sosial (medsos). Dia juga menjadi korban hoax yang sengaja disebarkan.

Tito mengatakan, terlalu bebasnya netizen berekspresi melalui saluran jagat maya dengan mengunggah serta menyebarkan teks, foto, dan video, berpotensi memunculkan konflik serta pelanggaran hukum. Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Tito menceritakan soal dirinya yang turut menjadi 'korban' netizen.

"Medsos ini ngeri. Bebas. Semua bebas ngomong-ngomong, tapi ternyata banyak juga (info) yang hoax," ucap Tito saat menyampaikan kuliah umum bertajuk 'Kebijakan Polri Dalam Menjaga Keutuhan, Kerukunan, Toleransi di Indonesia' di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jalan Raya Bandung Sumedang, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar, Kamis (22/12/2016).

Mantan Kepala BNPT ini lalu menyinggung kemunculan fotonya bersama Wakapolri Komjen Syafruddin yang seolah-olah mengenakan topi khas sinterklas. Foto tersebut muncul di medsos.

Tito menegaskan foto itu palsu. "Fotonya hoax. Saya difoto dengan wakapolri yang dipasangi topi sinterklas. Bahaya betul," ujar Tito.

Secara pribadi, jenderal bintang empat ini tak begitu terlalu merisaukan mengenai foto tersebut. Dia memilih untuk mengambil poin positif dari peristiwa itu.

"Biarkan saja saya mendapat fitnah. Makin banyak fitnah, maka gugur dosa saya," kata Tito sambil senyum di podium.

Foto itu berasal dari foto asli yang ada di situs detikcom dengan artikel berita berjudul 'Kapolri Tegur Keras Kapolresta Bekasi dan Kulonproggo Soal Fatwa MUI'. Dalam artikel itu, detikcom menggunakan foto Tito dan Wakapolri Komjen Syafruddin.

detikcom memastikan foto dengan tambahan topi merah khas sinterklas tersebut palsu. Pihak Polri juga sedang mengusut orang yang mengedit foto tersebut.

"Foto tersebut saat penjelasan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama beberapa waktu lalu. Sangat disayangkan tindakan pembuatan foto palsu oleh seorang penggiat medsos," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam keterangannya, Rabu (21/2/2/016).
(bbn/fjp)

detik


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: