Hati-hati Wahai Perokok! Tahukah Anda, Tembakau Gorila Yang Sebelumnya Pernah Diminati Kawula Muda Sudah Masuk Daftar Narkotik Jenis Baru Lho!






Hati-hati Wahai Perokok! Tahukah Anda, Tembakau Gorila Yang Sebelumnya Pernah Diminati Kawula Muda Sudah Masuk Daftar Narkotik Jenis Baru Lho!
Foto :MediaIndonesia

Saat ini modus operandi sindikat narkoba dalam menghancurkan bangsa sangat variatif termasuk diantaranya dengan menciptakan sejumlah narkoba jenis baru (NPS), yang beberapa di antaranya belum tercantum dalam Undang-Undang.

 Ancaman yang kini jadi perhatian besar antara lain  permen yang me ngandung narkoba dan juga  Super Cap Gorilla yang sudah masuk ke kalangan pelajar di Jakarta Selatan.
Pada tembakau Gorilla, efek high yang timbul setara dengan ganja yang aslinya dan dapat menimbulkan efek euphoria. Jika pemakai tersebut memiliki efek toleransi yang rendah terhadap zat yang terkandung dalam tembakau ini, maka efek lain yang timbul adalah sakit kepala (pusing)hingga mual dan muntah.

Persoalan ini menjadi salah satu bahan diskusi Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan pada kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di SMAN 46 Jakarta Selatan pada hari Kamis (22/9/2016)

Pihak sekolah SMAN 46 sadar betul bahwa kejahatan narkoba yang termasuk “extra ordinary crime” tersebut harus diantisipasi sejak awal dan harus ditanamkan kewaspadaan dini kepada seluruh unsur sekolah akan bahaya narkoba.

Melalui program pembangunan berwawasan anti narkoba (Bang Wawan), kegiatan terhadap lingkungan pendidikan ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah serta wakilnya, guru, perwakilan OSIS, perwakilan siswa ektrakulikuler PMR dan Pramuka SMAN 46 Jakarta Selatan. Informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba haruslah sampai pada semua anak didik sehingga ilmu yang ditularkan juga akan tersebar ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Menurut penelitian BNN dengan Universitas Indonesia, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama dengan estimasi sekitar 5% dari jumlah penduduk Jakarta terindikasi menyalahgunakan narkoba. Beberapa kenakalan remaja terjadi akibat permasalahan narkoba, banyak dari mereka yang mati sia-sia karena narkoba dan karena  itu Indonesia tidak boleh kehilangan generasi terbaiknya.(ans)

B/BRD/178/IX/2016/HUMAS

Sumber : bnn.go.id


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: